· Home   · Produk   · Demo   · Pedoman   · Pembelian   · Konfirmasi Pembayaran   · Profil Perusahaan   · Kontak
SILAKAN HUBUNGI KAMI UNTUK INFORMASI HARGA DAN PEMBELIAN !
   Keranjang Belanja Anda kosong.
KATEGORI PRODUK

BERITA

»Daftar Berita«

HUBUNGI KAMI

Telp. (031) 6010-5141
0812-3010-9000
0856-4858-2080

Yahoo Messenger

PEMBAYARAN
PEDOMAN PEMANFAATAN VCD PEMBELAJARAN


I. Pendahuluan

A. Latar Belakang

Salah satu kebijakan pendidikan yang dituangkan dalam Propenas 1999-2004 adalah peningkatan mutu pendidikan nasional. Berbagai upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan telah dan akan terus dilakukan, di antaranya dengan melengkapi sekolah-sekolah dengan berbagai sarana dan sumber belajar di sekolah.

Hal itu sejalan dengan Undang-Undang No. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang menyaratkan agar setiap satuan pendidikan jalur sekolah menyediakan sarana belajar yang memadai sebagai pendukung pelaksanaan pendidikan.

Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, saat ini penggunaan media pendidikan, khususnya media audio visual, sudah merupakan suatu tuntutan yang mendesak. Hal ini disebabkan sifat pembelajaran yang semakin kompleks. Terdapat berbagai tujuan belajar yang sulit dicapai hanya dengan mengandalkan penjelasan guru. Oleh karena itu, agar pembelajaran dapat mencapai hasil yang maksimal diperlukan adanya pemanfaatan media. Salah satunya adalah media audio visual.

Sesuai dengan sifatnya, media audio visual memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan media lainnya. Media audio visual dapat membuat konsep yang abstrak menjadi lebih kongkrit, dapat menampilkan gerak yang dipercepat atau diperlambat sehingga lebih mudah diamati, dapat menampilkan detail suatu benda atau proses, serta membuat penyajian pembelajaran lebih menarik, sehingga proses pembelajaran menjadi menyenangkan.

Dalam rangka itu maka sesuai tugas dan fungsinya, Pusat Teknologi Komunikasi dan Informasi Pendidikan (PUSTEKKOM) telah mengembangkan sejumlah program video pembelajaran yang ditujukan bagi siswa SD, SLTP, dan SMU.

Program tersebut saat ini sudah tersebar di beberapa sekolah. Namun kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa berbagai media yang ada termasuk program video pembelajaran belum dimanfaatkan secara optimal. Hal ini antara lain disebabkan tidak siapnya sumber daya manusia yang ada di sekolah untuk memanfaatkan program media.

Untuk itulah pedoman ini disusun sebagai upaya agar program video/VCD pembelajaran bisa dimanfaatkan secara optimal.

B. Pengertian

Video/VCD pembelajaran adalah suatu media yang dirancang secara sistematis dengan berpedoman kepada kurikulum yang berlaku dan dalam pengembangannya mengaplikasikan prinsip-prinsip pembelajaran sehingga program tersebut memungkinkan peserta didik mencema materi pelajaran secara lebih mudah dan menarik. Secara fisik Video/VCD pembelajaran merupakan program pembelajaran yang dikemas dalam kaset video atau VCD dan disajikan dengan menggunakan peralatan VTR atau VCD player serta TV monitor. Program video yang dimaksud dalam pedoman ini adalah program-program yang diproduksi oleh PUSTEKKOM DEPDIKNAS.

C. Tujuan

Tujuan Umum:
Secara umum tujuan penyusunan pedoman pemanfaatan ini adalah agar pemanfaatan program Video/VCD Pembelajaran dapat dilaksanakan secara optimal.

Tujuan Khusus:
Secara khusus Pedoman ini dimaksudkan untuk membantu agar :

  1. Kepala sekolah dapat mengelola kegiatan pemanfaatan program video pembelajaran di sekolahnya.
  2. Guru dapat memanfaatkan program video pembelajaran untuk menunjang kegiatan pembelajaran.
  3. Pembina dan pengawas pendidikan dapat membina pemanfaatan VCD pembelajaran pada sekolah-sekolah di wilayahnya.

D. Sasaran

Pedoman ini ditujukan bagi:

  1. Pembina dan pengawas pendidikan
  2. Para pelaksana pendidikan pada tingkat sekolah (kepala sekolah dan guru).
  3. Para siswa khususnva SD, SLTP dan SMU.


II. Pemanfaatan

A. Pola-pola Pemanfaatan

Cara memanfaatkannya sesuai kebutuhan dan karakteristik materi dari masing-masing program, misalnya:

  • Program diputar dari awal hingga akhir dan diikuti dengan diskusi atau tanya jawab, kemudian dilanjutkan dengan evaluasi.
  • Program diputar bagian per bagian, kemudian dapat diselingi dengan diskusi penjelasan atau bermain peran dan diakhiri dengan evaluasi.
  • Dengan cara lain yang disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran.

Pemanfaatan program video pembelajaran ini dapat dilakukan secara klasikal, kelompok kecil, atau individual.

1. Pola Klasikal

Pola klasikal adalah pola pemanfaatan video pembelajaran yang dilakukan secara terpadu dengan kegiatan pembelajaran di kelas. Dalam sisiem ini program video bisa berfungsi sebagai pengayaan atas materi yang diajarkan oleh guru di kelas. Namun demikian program video pembelajaran juga bisa menjadi materi pokok sedangkan pendalamannya dilakukan melalui penjelasan guru. Hal ini tergantung isi materi yang terdapat dalam program apakah materinya merupakan program pokok atau program pengayaan.

Dalam pemanfaatan secara klasikal guru hendaknya dapat merangsang siswa agar mereka dapat berpartisipasi secara aktif, misalnya dengan memberikan sugesti, pertanyaan-pertanyaan atau tugas-tugas yang jawaban atau petunjuknya terdapat di dalam program.

Dalam pemanfaatan secara klasikal hendaknya digunakan TV monitor berwarna minimal ukuran 21 inch. Letakkanlah pesawat TV pada ketinggian yang cukup agar siswa yang duduk di bagian paling belakang masih dapat menyaksikan gambar secara jelas. Akan lebih bagus lagi bila penayangannya menggunakan LCD proyektor, karena gambar dapat diproyeksikan dengan ukuran yang lebih besar.

Bagaimana tempat duduk siswa diatur ? Agar siswa bisa menyaksikan gambar pada pesawat TV dengan nyaman, perlu dilakukan pengaturan tempat duduk siswa.

Jarak tempat duduk siswa yang paling dekat dengan TV adalah 4 x lebar lebar layar televisi, sedangkan tempat duduk terjauh adalah 12 x lebar layar TV. Tempat duduk harus berada pada area sudut 90 derajat, karena siswa yang duduk di luar titik pandang itu tidak dapat menyaksikan program dengan baik.

Juga ketinggian letak TV harus diatur sedemikian rupa sehingga sesuai dengan tempat duduk siswa.

Setelah menyaksikan tayangan program usahakan ada kegiatan tindak lanjut. Tindak lanjut dapat berupa diskusi atau tugas-tugas yang berhubungan dengar materi yang dibicarakan dalam program.

Tugas yang diberikan misalnya secara kelompok meneliti sesuatu dan melaporkan hasilnya atau tugas-tugas terapan lainnva. Apapun bentuk tugas lanjutan, petunjuk yang diberikan kepada siswa harus jelas.

2. Pola Kelompok Kecil

Jika program video dimanfaatkan oleh sekelompok kecil siswa (antara 5-10 orang), maka pemanfaatan program tersebut disebut pola kelompok kecil. Pola ini akan lebih efektif bila dikaitkan dengan tugas kelompok.

Tiap kelompok diberikan tugas yang berbeda, untuk memanfaatkan program. Pemanfaatannya bisa dilakukan di sekolah atau bisa juga di salah satu rumah siswa di luar jam pelajaran.

Konsekuensinya pihak sekolah harus menyediakan fasiltas kepada siswa untuk dapat memanfaatkan program di luar jam sekolah.

Jika pemanfaatannya di salah satu rumah anggota kelompok, maka pihak sekolah cukup menyediakan software (CD) untuk dipinjamkan ke siswa dan keesokan harinya harus sudah dikembalikan agar dapat dimanfaatkan oleh orang lain.

Kepada tiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasilnya dan kelompok lain (yang tidak sedang presentasi) boleh menyanggah, menambah/menyempurnakan bahkan mengurangi.

Dalam presentasi hasil kelompok ini guru berfungsi sebagai fasilitator.

3. Pola Individual

Secara individual siswa diperkenankan memanfaatkan program video pembelajaran baik di sekolah maupun di rumah masing-masing.

Pemanfaatan secara individual ini bisa atas inisiatif siswa itu sendiri, atau bisa juga atas inisiatif guru. Tetapi akan lebih bagus bila inisiatif itu datang dari siswa. karena hal ini berarti siswa akan lebih termotivasi. Oleh karena itu guru harus pandai-pandai meranqsang siswa agar timbul kebutuhannya untuk menyaksikan program.

Akan lebih baik jika pihak sekolah memiliki kopi program lebih dari 3 buah untuk setiap judulnya. Dengan demikian pelayanan pembelajaran kepada siswa akan lebih sempurna, sehingga sekolah diharapkan memiliki lulusan yang lebih berkualitas.

B. Langkah Pemanfaatan

1. Persiapan

Sebelum memanfaatkan program video pembelajaran, guru hendaknya melakukan hal-hal sebagai berikut:

  1. Menyusun jadwal pemanfaatan disesuaikan dengan topik dan program belajar yang sudah dibuat.
  2. Memeriksa kelengkapan peralatan termasuk menyesuaikan tegangan peralatan dengan tegangan lisrik yang tersedia di sekolah.
  3. Mempelajari bahan penyerta.
  4. Mempelajari isi program sekaligus menandai bagian-bagian yang perlu atau tidak pertu disajikan dalam kegiatan pembelajaran.
  5. Memeriksa kesesuaian isi program video dengan judul yang tertera.
  6. Meminta siswa agar mempersiapkan buku, alat tulis, dan peralatan lain yang diperlukan.
  7. Mengatur tempat duduk siswa agar semua siswa dapat melihat dan mendengar dengan baik.

2. Pelaksanaan

Selama memanfaatkan program video pembelajaran, guru hendaknya melakukan hal-hal sebagai berikut:

  1. Sebelum menghidupkan/memulai program video pembelajaran mengajak siswa agar memperhatikan materi yang akan dipelajari dengan baik.
  2. Memberikan penjelasan terhadap materi yang diajarkan.
  3. Menjelaskan tujuan dan materi pokok dari program yang akan dimanfaatkan.
  4. Memberikan prasarat/persepsi pengetahuan/pelajaran sebelumnya.
  5. Mengoperasikan program sesuai dengan petunjuk pemanfaatan/petunjuk teknis dan bahan penyerta.
  6. Mengamati/memantau kegiatan siswa selama mengikuti program. Selama program diputar, guru tidak perlu maju ke depan menunjuk gambar di layar atau mondar-mandir berkeliling kelas. Lebih baik guru mengajarkan hal :
    • Menjaga agar suasana kelas tetap tertib.
    • Usahakan agar volume suara (narasi) jelas terdengar oleh seluruh siswa yang ada di ruangan.
    • Mengatur kekontrasan dan kecerahan gambar pada pesawat televisi, sehingga gambar terlihat jelas oleh siswa.
  7. Memberi penguatan/penegasan/pengayaan terhadap tayangan program.
  8. Memutar ulang program video pembelajaran bila diperlukan.
  9. Membuat kesimpulan materi/isi program sesudah memberikan evaluasi kepada siswa.

3. Tindak Lanjut

  1. Memberikan tugas kepada siswa.
  2. Memberi pertanyaan/umpan balik.
  3. Bagi mata pelajaran yang memerlukan praktikum, guru kemudian mengajak siswa untuk mengadakan praktek di laboratorium.
  4. Bagi mata pelajaran yang memerlukan tambahan referensi yang lebih lengkap, guru mengajak siswa untuk belajar di perpustakaan.
  5. Menginformasikan tentang pentingnya memperhatikan/mendengarKan program video pembelajaran untuk pemanfaatan program video pembelajaran berikutnya.
  6. Mengajak siswa untuk memperkaya materi melalui sumber belajar lain yang relevan dengan materi yang dipelaiari.


III. Sarana dan Prasarana

A. Sarana

1. Software
Software, yaitu program-program video pembelajaran secara lengkap yang tersusun secara rapi dan sistematis sehingga mudah dicari.

2. Hardware
Hardware, yaitu alat penyaji program yang berupa TV monitor dan VCD player. Tiap sekolah yang ingin memanfaatkan program sedikitnya memiliki sebuah TV monitor dan VCD player, yang dapat dimanfaatkan setiap saat diperlukan, baik oleh siswa, guru maupun pihak-pihak lain yang memerlukan. Ukuran TV, monitor yang digunakan (terutama untuk pemanfaatan secara kelompok dan klasikal) minimal berukuran 21 inchi. Untuk pemanfaatan individual bisa menggunakan ukuran 14 inchi.

B. Prasarana

Infrastruktur yang periu disediakan oleh setiap sekolah untuk terlaksananya pemanfaatan media video pembelajaran dengan baik adalah ruangan yang khusus diperuntukkan bagi kegiatan pemanfaatan media video pembelajaran. Ruangan bisa memanfaatkan ruang kelas, perpustakaan, laboratorium atau bisa juga memanfaatkan ruang serba guna.

Ruangan yang akan digunakan untuk memanfaatkan media video pembelajaran sebaiknya memenuhi syarat-syrat sebagai berikut:

  • Ruangan jauh dari suasana hiruk pikuk, tidak tembab, cukup terang dan ventilasi udara bagus.
  • Dalam ruangan tersedia tenaga listrik/accu dengan power yang sesuai, memiliki kursi dan meja
  • yang mencukupi.


IV. Tugas dan Tanggung Jawab

A. Kepala Sekolah

  1. Bertanggung jawab terhadap keamanan penyimpanan peralatan dan program video pembelajaran.
  2. Bertanggung jawab terhadap kelancaran pemanfaatan program video pembelajaran.
  3. Bersama-sama guru menyusun jadwal pemanfaatan program video pembelajaran.
  4. Memantau pemanfaatan program video pembelajaran.
  5. Memberikan arahan/bimbingan kepada guru dalam pemanfaatan program pembelajaran.
  6. Menyusun laporan pemanfaatan program video pembelajaran dan mengirimkannya ke Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten.
  7. Menjalin kerjasama dengan instansi lain yang tekait dalam rangka peningkatan pemanfaatan video pembelajaran di sekolah.

B. Guru

  1. Bersama-sama Kepala Sekolah menyusun jadwal pemanfaatan video pembelajaran.
  2. Bertanggung jawab terhadap kelancaran pemanfaatan program video pembelajaran yang menjadi tanggung jawabnya.
  3. Memberikan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan siswa dan memberikan penjelasan terhadap kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa khususnya dalam memahami program video.
  4. Memotivasi siswa untuk berperan serta secara aktif dalam memanfaatkan program video pembelajaran.
  5. Memberikan tes sesuai dengan isi program dan merupakan bagian dari nilai mata pelajaran.
  6. Bertanggung jawab dalam pengoperasian sekaligus pengamanan peralatan (sebagai teknisi), jika tidak ada tenaga khusus.
  7. Membina dan mengarahkan pelaksanaan program video serta program pembelajaran sekolah.

C. Pengawas

  1. Memantau pemanfaatan program video pembelajaran dalam proses pembelajaran di sekolah.
  2. Memantau hasil proses pembelajaran serta memberikan masukan dan umpan balik kepada sekolah terhadap pemanfaatan program video dalam proses pembelajaran.


· Home   · Produk   · Demo   · Pedoman   · Pembelian   · Konfirmasi Pembayaran   · Profil Perusahaan   · Kontak
Copyright © 2008 CV. Surya Centra Perdana. All rights reserved.
Website: VCDpembelajaran.com Email:
Anda perlu produk Islami? Kunjungi QuranDigital.com