I. Pendahuluan
A. Latar Belakang
Salah satu kebijakan pendidikan yang dituangkan dalam Propenas 1999-2004 adalah peningkatan mutu
pendidikan nasional. Berbagai upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan telah dan akan terus
dilakukan, di antaranya dengan melengkapi sekolah-sekolah dengan berbagai sarana dan sumber
belajar di sekolah.
Hal itu sejalan dengan Undang-Undang No. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang
menyaratkan agar setiap satuan pendidikan jalur sekolah menyediakan sarana belajar yang memadai
sebagai pendukung pelaksanaan pendidikan.
Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, saat ini penggunaan media pendidikan,
khususnya media audio visual, sudah merupakan suatu tuntutan yang mendesak. Hal ini disebabkan
sifat pembelajaran yang semakin kompleks. Terdapat berbagai tujuan belajar yang sulit dicapai
hanya dengan mengandalkan penjelasan guru. Oleh karena itu, agar pembelajaran dapat mencapai
hasil yang maksimal diperlukan adanya pemanfaatan media. Salah satunya adalah media audio visual.
Sesuai dengan sifatnya, media audio visual memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan media
lainnya. Media audio visual dapat membuat konsep yang abstrak menjadi lebih kongkrit, dapat
menampilkan gerak yang dipercepat atau diperlambat sehingga lebih mudah diamati, dapat
menampilkan detail suatu benda atau proses, serta membuat penyajian pembelajaran lebih menarik,
sehingga proses pembelajaran menjadi menyenangkan.
Dalam rangka itu maka sesuai tugas dan fungsinya, Pusat Teknologi Komunikasi dan Informasi
Pendidikan (PUSTEKKOM) telah mengembangkan sejumlah program video pembelajaran yang ditujukan
bagi siswa SD, SLTP, dan SMU.
Program tersebut saat ini sudah tersebar di beberapa sekolah. Namun kenyataan di lapangan
menunjukkan bahwa berbagai media yang ada termasuk program video pembelajaran belum dimanfaatkan
secara optimal. Hal ini antara lain disebabkan tidak siapnya sumber daya manusia yang ada di
sekolah untuk memanfaatkan program media.
Untuk itulah pedoman ini disusun sebagai upaya agar program video/VCD pembelajaran bisa dimanfaatkan
secara optimal.
B. Pengertian
Video/VCD pembelajaran adalah suatu media yang dirancang secara sistematis dengan berpedoman
kepada kurikulum yang berlaku dan dalam pengembangannya mengaplikasikan prinsip-prinsip
pembelajaran sehingga program tersebut memungkinkan peserta didik mencema materi pelajaran secara
lebih mudah dan menarik. Secara fisik Video/VCD pembelajaran merupakan program pembelajaran yang
dikemas dalam kaset video atau VCD dan disajikan dengan menggunakan peralatan VTR atau VCD player
serta TV monitor. Program video yang dimaksud dalam pedoman ini adalah program-program yang
diproduksi oleh PUSTEKKOM DEPDIKNAS.
C. Tujuan
Tujuan Umum:
Secara umum tujuan penyusunan pedoman pemanfaatan ini adalah agar pemanfaatan program Video/VCD
Pembelajaran dapat dilaksanakan secara optimal.
Tujuan Khusus:
Secara khusus Pedoman ini dimaksudkan untuk membantu agar :
- Kepala sekolah dapat mengelola kegiatan pemanfaatan program video pembelajaran di sekolahnya.
- Guru dapat memanfaatkan program video pembelajaran untuk menunjang kegiatan pembelajaran.
- Pembina dan pengawas pendidikan dapat membina pemanfaatan VCD pembelajaran pada
sekolah-sekolah di wilayahnya.
D. Sasaran
Pedoman ini ditujukan bagi:
- Pembina dan pengawas pendidikan
- Para pelaksana pendidikan pada tingkat sekolah (kepala sekolah dan guru).
- Para siswa khususnva SD, SLTP dan SMU.
II. Pemanfaatan
A. Pola-pola Pemanfaatan
Cara memanfaatkannya sesuai kebutuhan dan karakteristik materi dari masing-masing program,
misalnya:
- Program diputar dari awal hingga akhir dan diikuti dengan diskusi atau tanya jawab, kemudian
dilanjutkan dengan evaluasi.
- Program diputar bagian per bagian, kemudian dapat diselingi dengan diskusi penjelasan atau
bermain peran dan diakhiri dengan evaluasi.
- Dengan cara lain yang disesuaikan dengan kebutuhan pembelajaran.
Pemanfaatan program video pembelajaran ini dapat dilakukan secara klasikal, kelompok kecil, atau
individual.
1. Pola Klasikal
Pola klasikal adalah pola pemanfaatan video pembelajaran yang dilakukan secara terpadu dengan
kegiatan pembelajaran di kelas. Dalam sisiem ini program video bisa berfungsi sebagai pengayaan
atas materi yang diajarkan oleh guru di kelas. Namun demikian program video pembelajaran juga
bisa menjadi materi pokok sedangkan pendalamannya dilakukan melalui penjelasan guru. Hal ini
tergantung isi materi yang terdapat dalam program apakah materinya merupakan program pokok atau
program pengayaan.
Dalam pemanfaatan secara klasikal guru hendaknya dapat merangsang siswa agar mereka dapat
berpartisipasi secara aktif, misalnya dengan memberikan sugesti, pertanyaan-pertanyaan atau
tugas-tugas yang jawaban atau petunjuknya terdapat di dalam program.
Dalam pemanfaatan secara klasikal hendaknya digunakan TV monitor berwarna minimal ukuran 21 inch.
Letakkanlah pesawat TV pada ketinggian yang cukup agar siswa yang duduk di bagian paling belakang
masih dapat menyaksikan gambar secara jelas. Akan lebih bagus lagi bila penayangannya menggunakan
LCD proyektor, karena gambar dapat diproyeksikan dengan ukuran yang lebih besar.
Bagaimana tempat duduk siswa diatur ?
Agar siswa bisa menyaksikan gambar pada pesawat TV dengan nyaman, perlu dilakukan pengaturan
tempat duduk siswa.
Jarak tempat duduk siswa yang paling dekat dengan TV adalah 4 x lebar lebar layar televisi,
sedangkan tempat duduk terjauh adalah 12 x lebar layar TV. Tempat duduk harus berada pada area
sudut 90 derajat, karena siswa yang duduk di luar titik pandang itu tidak dapat menyaksikan
program dengan baik.
Juga ketinggian letak TV harus diatur sedemikian rupa sehingga sesuai dengan tempat duduk siswa.
Setelah menyaksikan tayangan program usahakan ada kegiatan tindak lanjut. Tindak lanjut dapat
berupa diskusi atau tugas-tugas yang berhubungan dengar materi yang dibicarakan dalam program.
Tugas yang diberikan misalnya secara kelompok meneliti sesuatu dan melaporkan hasilnya atau
tugas-tugas terapan lainnva. Apapun bentuk tugas lanjutan, petunjuk yang diberikan kepada siswa
harus jelas.
2. Pola Kelompok Kecil
Jika program video dimanfaatkan oleh sekelompok kecil siswa (antara 5-10 orang), maka pemanfaatan
program tersebut disebut pola kelompok kecil. Pola ini akan lebih efektif bila dikaitkan dengan
tugas kelompok.
Tiap kelompok diberikan tugas yang berbeda, untuk memanfaatkan program. Pemanfaatannya bisa
dilakukan di sekolah atau bisa juga di salah satu rumah siswa di luar jam pelajaran.
Konsekuensinya pihak sekolah harus menyediakan fasiltas kepada siswa untuk dapat memanfaatkan
program di luar jam sekolah.
Jika pemanfaatannya di salah satu rumah anggota kelompok, maka pihak sekolah cukup menyediakan
software (CD) untuk dipinjamkan ke siswa dan keesokan harinya harus sudah dikembalikan agar dapat
dimanfaatkan oleh orang lain.
Kepada tiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasilnya dan kelompok lain (yang tidak sedang
presentasi) boleh menyanggah, menambah/menyempurnakan bahkan mengurangi.
Dalam presentasi hasil kelompok ini guru berfungsi sebagai fasilitator.
3. Pola Individual
Secara individual siswa diperkenankan memanfaatkan program video pembelajaran baik di sekolah
maupun di rumah masing-masing.
Pemanfaatan secara individual ini bisa atas inisiatif siswa itu sendiri, atau bisa juga atas
inisiatif guru. Tetapi akan lebih bagus bila inisiatif itu datang dari siswa. karena hal ini
berarti siswa akan lebih termotivasi. Oleh karena itu guru harus pandai-pandai meranqsang siswa
agar timbul kebutuhannya untuk menyaksikan program.
Akan lebih baik jika pihak sekolah memiliki kopi program lebih dari 3 buah untuk setiap judulnya.
Dengan demikian pelayanan pembelajaran kepada siswa akan lebih sempurna, sehingga sekolah
diharapkan memiliki lulusan yang lebih berkualitas.
B. Langkah Pemanfaatan
1. Persiapan
Sebelum memanfaatkan program video pembelajaran, guru hendaknya melakukan hal-hal sebagai
berikut:
- Menyusun jadwal pemanfaatan disesuaikan dengan topik dan program belajar yang sudah dibuat.
- Memeriksa kelengkapan peralatan termasuk menyesuaikan tegangan peralatan dengan tegangan
lisrik yang tersedia di sekolah.
- Mempelajari bahan penyerta.
- Mempelajari isi program sekaligus menandai bagian-bagian yang perlu atau tidak pertu disajikan
dalam kegiatan pembelajaran.
- Memeriksa kesesuaian isi program video dengan judul yang tertera.
- Meminta siswa agar mempersiapkan buku, alat tulis, dan peralatan lain yang diperlukan.
- Mengatur tempat duduk siswa agar semua siswa dapat melihat dan mendengar dengan baik.
2. Pelaksanaan
Selama memanfaatkan program video pembelajaran, guru hendaknya melakukan hal-hal sebagai berikut:
- Sebelum menghidupkan/memulai program video pembelajaran mengajak siswa agar memperhatikan
materi yang akan dipelajari dengan baik.
- Memberikan penjelasan terhadap materi yang diajarkan.
- Menjelaskan tujuan dan materi pokok dari program yang akan dimanfaatkan.
- Memberikan prasarat/persepsi pengetahuan/pelajaran sebelumnya.
- Mengoperasikan program sesuai dengan petunjuk pemanfaatan/petunjuk teknis dan bahan penyerta.
- Mengamati/memantau kegiatan siswa selama mengikuti program. Selama program diputar, guru tidak
perlu maju ke depan menunjuk gambar di layar atau mondar-mandir berkeliling kelas. Lebih baik
guru mengajarkan hal :
- Menjaga agar suasana kelas tetap tertib.
- Usahakan agar volume suara (narasi) jelas terdengar oleh seluruh siswa yang ada di ruangan.
- Mengatur kekontrasan dan kecerahan gambar pada pesawat televisi, sehingga gambar terlihat jelas
oleh siswa.
- Memberi penguatan/penegasan/pengayaan terhadap tayangan program.
- Memutar ulang program video pembelajaran bila diperlukan.
- Membuat kesimpulan materi/isi program sesudah memberikan evaluasi kepada siswa.
3. Tindak Lanjut
- Memberikan tugas kepada siswa.
- Memberi pertanyaan/umpan balik.
- Bagi mata pelajaran yang memerlukan praktikum, guru kemudian mengajak siswa untuk mengadakan
praktek di laboratorium.
- Bagi mata pelajaran yang memerlukan tambahan referensi yang lebih lengkap, guru mengajak siswa
untuk belajar di perpustakaan.
- Menginformasikan tentang pentingnya memperhatikan/mendengarKan program video pembelajaran
untuk pemanfaatan program video pembelajaran berikutnya.
- Mengajak siswa untuk memperkaya materi melalui sumber belajar lain yang relevan dengan materi
yang dipelaiari.
III. Sarana dan Prasarana
A. Sarana
1. Software
Software, yaitu program-program video pembelajaran secara lengkap yang tersusun secara rapi dan
sistematis sehingga mudah dicari.
2. Hardware
Hardware, yaitu alat penyaji program yang berupa TV monitor dan VCD player. Tiap sekolah yang
ingin memanfaatkan program sedikitnya memiliki sebuah TV monitor dan VCD player, yang dapat
dimanfaatkan setiap saat diperlukan, baik oleh siswa, guru maupun pihak-pihak lain yang
memerlukan. Ukuran TV, monitor yang digunakan (terutama untuk pemanfaatan secara kelompok dan
klasikal) minimal berukuran 21 inchi. Untuk pemanfaatan individual bisa menggunakan ukuran 14
inchi.
B. Prasarana
Infrastruktur yang periu disediakan oleh setiap sekolah untuk terlaksananya pemanfaatan media
video pembelajaran dengan baik adalah ruangan yang khusus diperuntukkan bagi kegiatan pemanfaatan
media video pembelajaran. Ruangan bisa memanfaatkan ruang kelas, perpustakaan, laboratorium atau
bisa juga memanfaatkan ruang serba guna.
Ruangan yang akan digunakan untuk memanfaatkan media video pembelajaran sebaiknya memenuhi
syarat-syrat sebagai berikut:
- Ruangan jauh dari suasana hiruk pikuk, tidak tembab, cukup terang dan ventilasi udara bagus.
- Dalam ruangan tersedia tenaga listrik/accu dengan power yang sesuai, memiliki kursi dan meja
yang mencukupi.
IV. Tugas dan Tanggung Jawab
A. Kepala Sekolah
- Bertanggung jawab terhadap keamanan penyimpanan peralatan dan program video pembelajaran.
- Bertanggung jawab terhadap kelancaran pemanfaatan program video pembelajaran.
- Bersama-sama guru menyusun jadwal pemanfaatan program video pembelajaran.
- Memantau pemanfaatan program video pembelajaran.
- Memberikan arahan/bimbingan kepada guru dalam pemanfaatan program pembelajaran.
- Menyusun laporan pemanfaatan program video pembelajaran dan mengirimkannya ke Kepala Dinas
Pendidikan Kabupaten.
- Menjalin kerjasama dengan instansi lain yang tekait dalam rangka peningkatan pemanfaatan video
pembelajaran di sekolah.
B. Guru
- Bersama-sama Kepala Sekolah menyusun jadwal pemanfaatan video pembelajaran.
- Bertanggung jawab terhadap kelancaran pemanfaatan program video pembelajaran yang menjadi
tanggung jawabnya.
- Memberikan jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan siswa dan memberikan penjelasan terhadap
kesulitan-kesulitan yang dihadapi siswa khususnya dalam memahami program video.
- Memotivasi siswa untuk berperan serta secara aktif dalam memanfaatkan program video
pembelajaran.
- Memberikan tes sesuai dengan isi program dan merupakan bagian dari nilai mata pelajaran.
- Bertanggung jawab dalam pengoperasian sekaligus pengamanan peralatan (sebagai teknisi), jika
tidak ada tenaga khusus.
- Membina dan mengarahkan pelaksanaan program video serta program pembelajaran sekolah.
C. Pengawas
- Memantau pemanfaatan program video pembelajaran dalam proses pembelajaran di sekolah.
- Memantau hasil proses pembelajaran serta memberikan masukan dan umpan balik kepada sekolah
terhadap pemanfaatan program video dalam proses pembelajaran.
|