· Home   · Produk   · Demo   · Pedoman   · Pembelian   · Konfirmasi Pembayaran   · Profil Perusahaan   · Kontak
SILAKAN HUBUNGI KAMI UNTUK INFORMASI HARGA DAN PEMBELIAN !
   Keranjang Belanja Anda kosong.
KATEGORI PRODUK

BERITA

»Daftar Berita«

HUBUNGI KAMI

Telp. (031) 6010-5141
0812-3010-9000
0856-4858-2080

Yahoo Messenger

PEMBAYARAN
BERITA

Kompas, 09-01-2009      Dibaca: 416 kali
Jam Sekolah Maju Akan Turunkan Kemacetan

JAKARTA -- Pengamat transportasi dari Universitas Indonesia, Soetanto Soehodo, menilai kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memajukan jam sekolah akan menurunkan tingkat kemacetan. "Seberapa besarnya belum dapat diketahui pasti," kata dia di Balai Kota kemarin.

Menurut Soetanto, dengan ruang jalan yang terbatas, salah satu solusi untuk mengatasi kemacetan adalah dengan membagi waktu pemakaian jalan. "Jadi, pemakaian jalan dipisahkan pada waktu yang berbeda," katanya.

Soetanto yang juga anggota Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) berpendapat bahwa efektif atau tidaknya kebijakan itu belum bisa dilihat dalam dua atau tiga hari. "Kita bisa nilai setelah satu atau dua minggu," tuturnya.

Pemerintah DKI sejak 5 Januari lalu memajukan jam masuk sekolah setengah jam lebih cepat. Jadwal masuk sekolah yang semula pukul 07.00 WIB diubah menjadi 06.30 WIB.

Menurut Soetanto, perlu ada proses adaptasi dalam perilaku masyarakat terkait dengan kebijakan baru tersebut. "Kebijakan ini juga menyebabkan ada rangkaian kegiatan lain yang berubah, tidak hanya anak sekolah," ujarnya.

Ia mencontohkan salah satunya adalah angkutan umum yang sering membuat macet karena berebut penumpang pada jam-jam sibuk. "Kalau penumpang tidak menumpuk pada jam sibuk, tapi dibagi, tentu angkutan umum yang ngetem juga berkurang," katanya.

Soetanto menambahkan, kebijakan pemerintah DKI untuk memajukan jam masuk sekolah patut didukung. "Kita jangan skeptis bahwa kebijakan ini akan gagal," ujarnya. Meski demikian, ia menegaskan bahwa mengatasi kemacetan tidak cukup hanya dengan mengatur jadwal pemakaian jalan. "Infrastruktur jalan dan angkutan publik juga harus ditingkatkan," tuturnya.

Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto mengemukakan bahwa kebijakan tersebut hanya akan menurunkan jumlah kemacetan sesuai dengan porsi perjalanan ke sekolah. Menurut dia, jumlah perjalanan yang menuju ke sekolah hanya 14,7 persen dari total perjalanan di Jakarta. "Jadi kalau kemacetan cuma turun 14 persen, itu sudah bagus," katanya pada Rabu lalu.

Pengaruh penerapan kebijakan itu dirasakan beragam oleh warga. Abdul, 32 tahun, warga Cengkareng, mengatakan jalanan lebih lancar pada pagi hari. "Tapi cuma di dekat sekolah," katanya kemarin. Biasanya, ketika ia melalui Jalan Kamal Raya dari arah Daan Mogot dengan sepeda motor sekitar pukul tujuh pagi, lalu lintas memang cukup macet. Tapi, sejak siswa sekolah masuk lebih cepat, dalam tiga hari terakhir ini lalu lintas lebih lancar.

Demikian juga dengan Dodi, 27 tahun. Jika biasanya dari Kedoya menuju Kemanggisan, tempatnya bekerja, dibutuhkan waktu sekitar 30 menit dengan mengendarai mobil, sekarang bisa 20 menit.

Tapi Aris, 25 tahun, warga Joglo tak sependapat. Menurut dia, mulai dari Jalan Panjang, Daan Mogot, hingga Tubagus Angke masih macet. Begitu juga dengan arah sebaliknya kalau sore hari. "Gak ngaruh tuh," katanya.

Sumber: www.kompas.com

» Daftar Berita »

· Home   · Produk   · Demo   · Pedoman   · Pembelian   · Konfirmasi Pembayaran   · Profil Perusahaan   · Kontak
Copyright © 2008 CV. Surya Centra Perdana. All rights reserved.
Website: VCDpembelajaran.com Email:
Anda perlu produk Islami? Kunjungi QuranDigital.com