Kompas, 09-01-2009 Dibaca: 416 kali
Jam Sekolah Maju Akan Turunkan KemacetanJAKARTA
-- Pengamat transportasi dari Universitas Indonesia, Soetanto Soehodo,
menilai kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memajukan
jam sekolah akan menurunkan tingkat kemacetan. "Seberapa besarnya belum
dapat diketahui pasti," kata dia di Balai Kota kemarin.
Menurut
Soetanto, dengan ruang jalan yang terbatas, salah satu solusi untuk
mengatasi kemacetan adalah dengan membagi waktu pemakaian jalan. "Jadi,
pemakaian jalan dipisahkan pada waktu yang berbeda," katanya.
Soetanto
yang juga anggota Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) berpendapat
bahwa efektif atau tidaknya kebijakan itu belum bisa dilihat dalam dua
atau tiga hari. "Kita bisa nilai setelah satu atau dua minggu,"
tuturnya.
Pemerintah DKI sejak 5 Januari lalu memajukan jam
masuk sekolah setengah jam lebih cepat. Jadwal masuk sekolah yang
semula pukul 07.00 WIB diubah menjadi 06.30 WIB.
Menurut
Soetanto, perlu ada proses adaptasi dalam perilaku masyarakat terkait
dengan kebijakan baru tersebut. "Kebijakan ini juga menyebabkan ada
rangkaian kegiatan lain yang berubah, tidak hanya anak sekolah,"
ujarnya.
Ia mencontohkan salah satunya adalah angkutan umum
yang sering membuat macet karena berebut penumpang pada jam-jam sibuk.
"Kalau penumpang tidak menumpuk pada jam sibuk, tapi dibagi, tentu
angkutan umum yang ngetem juga berkurang," katanya.
Soetanto
menambahkan, kebijakan pemerintah DKI untuk memajukan jam masuk sekolah
patut didukung. "Kita jangan skeptis bahwa kebijakan ini akan gagal,"
ujarnya. Meski demikian, ia menegaskan bahwa mengatasi kemacetan tidak
cukup hanya dengan mengatur jadwal pemakaian jalan. "Infrastruktur
jalan dan angkutan publik juga harus ditingkatkan," tuturnya.
Sebelumnya,
Wakil Gubernur DKI Jakarta Prijanto mengemukakan bahwa kebijakan
tersebut hanya akan menurunkan jumlah kemacetan sesuai dengan porsi
perjalanan ke sekolah. Menurut dia, jumlah perjalanan yang menuju ke
sekolah hanya 14,7 persen dari total perjalanan di Jakarta. "Jadi kalau
kemacetan cuma turun 14 persen, itu sudah bagus," katanya pada Rabu
lalu.
Pengaruh penerapan kebijakan itu dirasakan beragam oleh
warga. Abdul, 32 tahun, warga Cengkareng, mengatakan jalanan lebih
lancar pada pagi hari. "Tapi cuma di dekat sekolah," katanya kemarin.
Biasanya, ketika ia melalui Jalan Kamal Raya dari arah Daan Mogot
dengan sepeda motor sekitar pukul tujuh pagi, lalu lintas memang cukup
macet. Tapi, sejak siswa sekolah masuk lebih cepat, dalam tiga hari
terakhir ini lalu lintas lebih lancar.
Demikian juga dengan
Dodi, 27 tahun. Jika biasanya dari Kedoya menuju Kemanggisan, tempatnya
bekerja, dibutuhkan waktu sekitar 30 menit dengan mengendarai mobil,
sekarang bisa 20 menit.
Tapi Aris, 25 tahun, warga Joglo tak
sependapat. Menurut dia, mulai dari Jalan Panjang, Daan Mogot, hingga
Tubagus Angke masih macet. Begitu juga dengan arah sebaliknya kalau
sore hari. "Gak ngaruh tuh," katanya.
Sumber: www.kompas.com
» Daftar Berita »